Home > Budaya

Kopi Aroma, Kopi Legendaris di Bandung yang Harus Kamu Coba

Kopi Aroma sudah mulai berdagang sejak tahun 1930 hingga saat ini.
Kopi Aroma menjadi salah satu toko kopi legendaris di Kota Bandung (sumber foto: kopiaroma.id)
Kopi Aroma menjadi salah satu toko kopi legendaris di Kota Bandung (sumber foto: kopiaroma.id)

Pertumbuhan gerai-gerai kopi modern atau coffee shop melonjak tinggi dan menjamur di berbagai daerah. Kopi rupanya telah menjadi tren dan gaya hidup bagi generasi milenial dan gen-z. Meski persaingan dengan coffee shop modern kian ketat, toko kopi legendaris di Bandung yang satu ini tetap ramai diburu para penikmatnya.

Di antara megahnya bangunan-bangunan tua bergaya kolonial di sepanjang Jalan Asia-Afrika hingga Braga, terselip satu toko kopi legendaris yang hampir setiap pagi orang rela antre untuk mendapatkan cita rasanya yang autentik. Namanya, Kopi Aroma.

Toko kopi yang usianya sudah lebih dari 90 tahun ini didirikan oleh Tan Houw Sian. Kopi Aroma adalah usaha rumah tangga (home-industry) yang menjual kopi biji dan bubuk dalam jumlah terbatas.

Dikutip dari situs resminya, kopiaroma.id, Tan Houw Sian merintis Kopi Aroma dimulai dengan melayani kebutuhan kopi pelanggan di Kota Bandung termasuk orang Belanda dan Jepang yang waktu itu tinggal di Kota Kembang.

Sampai saat ini, Kopi Aroma dilanjutkan oleh generasi kedua yakni Widyapratama dan istrinya yang terus mengembangkan bisnis keluarga ini sehingga dikenal lebih luas lagi oleh konsumen di dalam maupun luar kota Bandung. Seiring waktu, berkat pelanggan yang menggemari rasa dan keharuman Kopi Aroma, Kopi Aroma menjadi pilihan kopi yang diminum pelanggannya di rumah maupun menjadi oleh-oleh khas kota Bandung.

Saking legendarisnya, jika kamu berkunjung ke beberapa kafe maupun restoran di Kota Bandung, terdapat pilihan Kopi Aroma di dalam menunya.

Generasi kedua Tan Houw Sian mempertahankan cara mengolah kopi dengan menggunakan proses tradisional, tanpa menggunakan bahan kimia maupun bahan tambahan sehingga pelanggan tetap merasakan aroma autentik kopi asli Indonesia ini. Kopi Aroma dipilih langsung dari kebun kopi Indonesia mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Kopi mentah yang populer disebut kopi hijau diproses menjadi kopi biji matang lalu digiling menjadi kopi bubuk. Kopi mentah terlebih dahulu dijemur di bawah sinar matahari. Selanjutnya, kopi mentah Arabika mengalami proses penuaan selama 8 tahun sehingga rasa asamnya berkurang (tidak lagi kecut), kafeinnya berkurang serta kopi menjadi lebih harum.

Sementara kopi mentah Robusta dituakan selama 5 tahun sehingga kafeinnya berkurang dan kopi juga menjadi lebih harum. Setelah proses penuaan di gudang, kopi disangrai (roasting) menggunakan mesin roasting berbahan bakar kayu karet. Yang menarik, mesin yang digunakan masih mesin buatan Jerman yang sama sejak tahun 1930 loh!

Rupanya mempertahankan nilai tradisi, proses pembuatan dan kualitas menjadi kunci agar Kopi Aroma tetap di hati para pelanggan setianya.

"Kopi Aroma sengaja menyangrai kopi pada hari yang sama dengan hari kopi dijual agar pelanggan dapat menikmati kopi yang harum. Kopi yang dibeli disarankan untuk segera dikonsumsi dalam waktu 2 minggu-1 bulan. Pembelian setiap pelanggan dibatasi paling banyak 3 kg karena kami tidak sanggup memenuhi seluruh permintaan konsumen kami," tulis penjelasan dalam situs Kopi Aroma.

Bagi kamu yang tertarik mencoba kopi legendari Kota Bandung ini bisa datang langsung ke Jalan Banceuy 51, Bandung, karena Kopi Aroma tidak memiliki agen, cabang, maupun kafe. Ada dua jenis kopi yang ditawarkan yakni Robusta dan Mokka Arabika. Kami bisa membeli dalam bentuk biji matang (roasted beans), giling halus (fine grind) untuk penyajian kopi tubruk, giling medium (medium grind) untuk Espresso Machine, French Press, Mokka Pot, Vietnamese Drip, Pour Over (V60, Chemex), Syphon, dan juga giling kasar (coarse grind) untuk Coffee Maker/Automatic Dripper.

Untuk harga, Mokka Arabika kemasan 250 gram dibanderol Rp35.000 dan 500 gram seharga Rp70.000. Sedangkan untuk Robusta kemasan 250 gram dibanderol Rp25.000 dan 500 gram seharga Rp50.000. Jangan lupa mampir ya untuk mencoba kopi legendaris Indonesia ini!

× Image