Home > Ngopi

Apakah Boleh Anak-anak Minum Kopi? Ini Faktanya

Penelitian mengenai efek kafein dari kopi terhadap anak-anak, hingga saat ini masih berubah-ubah.

Penelitian mengenai efek kafein dari kopi terhadap anak-anak, hingga saat ini masih berubah-ubah. Salah satunya terkait benarkah minum kopi bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak?

Secangkir kopi hitam (ilustrasi)
Secangkir kopi hitam (ilustrasi)

Banyak pihak yang percaya bahwa memberikan kopi kepada anak-anak bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Namun, berdasarkan jurnal dari Nutrition Research Reviews, hal itu tidak benar. Tidak ada bukti jika kafein atau kopi mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Berdasarkan penelitian itu dijelaskan, masalah pertumbuhan dan perkembangan anak dipicu dari banyak faktor lain dan bukan kopi aktor utamanya. Ada kemungkinan pertumbuhan dan perkembangan anak terhambat karena misalnya ada infeksi berulang selama masa baik, yang bisa memperlambat penyerapan nutrisi dan pertumbuhan tulang.

Baca Juga:

Ini Fungsi Server Proxy WhatsApp

Download GB WhatsApp Terbaru 2023 di Google Chrome, Gratis dan Anti Blokir

Tetapi masih banyak yang percaya bahwa kopi bisa menghambat pertumbuhan anak. Meski alasan kenapa bisa muncul pernyataan itu belum diketahui, namun dalam penelitian dikatakan bahwa peminum kopi, biasa terkena resiko tinggi osteoporosis karena kafein dapat menyebabkan peningkatan ekskresi kalsium (meskipun efeknya kecil).

Fakta bahwa kafein mampu melemahkan tulang, diterjemahkan oleh banyak orang jika konsumsi yang lebih tinggi di masa kanak-kanak akan menyebabkan perawakannya lebih pendek. Namun, ternyata ada variabel lain yang berperan, peminum kopi juga cenderung mengkonsumsi lebih sedikit susu, sumber utama kalsium.

Dengan kata lain, kemungkinan besar perusak struktur tulang bukan kopinya, melainkan karena kalsium yang tidak mencukupi. Selain itu, penelitian selanjutnya juga tidak menemukan hubungan antara osteoporosis dan konsumsi kopi, menurut Harvard Health Publishing.

"Ada begitu banyak studi epidemiologi tentang kopi, yang menunjukkan bahaya atau kebaikan, sehingga membingungkan," kata penulis sains Mark Prendergast, penulis Uncommon Grounds: The History of Coffee and How It Transformed Our World dikutip dari live science, Senin (29/3).

Baca Juga:

Download GB WhatsApp Versi 2023 di Google Chrome, Bisa Kirim Video 1 GB

Download Minecraft Pocket Edition 1.18.20 Latest Version APK Gratis dan Aman

Sementara mengutip dari Alodokter, efek kafein dari kopi bisa membuat bayi dan anak-anak terjaga dan lebih sulit tidur. Sebenarnya hal ini sama dengan orang dewasa, namun mungkin efeknya lebih kuat pada bayi dan anak-anak. Sebab kafein mampu menghambat kinerja kimia di otak yang bertanggung jawab untuk mengatur tidur. Selain itu, kafein juga akan meningkatkan produksi hormon adrenalin yang bisa menyebabkan bayi dan anak-anak lebih gelisah dan rewel.

Efek lainnya, kopi bisa membuat orang yang meminumnya lebih tahan ngantuk dan energik. Namun, ketika bayi dan anak-anak diberikan kopi, kafein bisa menyebabkan mereka mengalami peningkatan frekuensi denyut jantung, bahkan gangguan irama jantung.

Oh iya, jangan lupa juga yang mengandung kafein bukan cuma kopi saja loh. Kafein juga terkandung dalam teh, cokelat, es krim dan minuman bersoda. Jadi percuma takut memberikan kopi pada anak-anak, jika sobat justru terlalu banyak memberikan minuman atau makanan lain yang juga mengandung kafein.

Berdasarkan penelitian, batas maksimal konsumsi kafein per hari pada anak-anak tergantung usianya. Untuk anak berusia 4 sampai 6 tahun, maksimal 45 mg perhari. Untuk anak usia 7 sampai 9 tahun maksimal 62,5 mg perhari. Dan untuk anak berusia 10-12 tahun maksimal 85 mg perhari. Nah, terkadang kita sulit menghitung berapa kadar kafein dalam secangkir kopi yang diminum. Jadi sebaiknya sobat bersabar menunggu anak berusia remaja untuk diajak ngopi bareng ya.

Baca Juga:

Diprediksi Bakal Jadi Tren Ngopi di Tahun 2023, Apa itu Infused Coffee?

Alamat Server Proxy Gratis WhatsApp di Indonesia yang Bisa Dicoba

× Image